Pengalaman Mencoba MRT Jakarta

Karena sebelumnya saya sudah posting mengenai LRT Jakarta, maka kali ini saya akan posting pengalaman saya mencoba MRT Jakarta.

Kesan pertama saat saya berada di stasiun MRT Lebak Bulus adalah: mewah dan bersih!

Stasiun MRT Lebak Bulus ini berjenis layang, jadi kita perlu naik tangga ke lantai dua, lantai tersebut adalah unpaid area yaitu area dimana kita bisa akses tanpa perlu membayar fare. Di area ini ada banyak sign tentang denda yang diberlakukan jika membuang sampah, makan dan minum maupun mengotori area stasiun MRT.

Terdapat tanda-tanda larangan di area stasiun MRT

Bagaimana dengan tarif MRT Jakarta dan jadwal keberangkatan MRT Jakarta? Semua dijelaskan di papan informasi yang ada di stasiun, berikut skema tarif dan jadwal keberangkatan kereta MRT Jakarta.

Peta Harga Tiket MRT Jakarta
Jadwal Keberangkatan Kereta MRT Jakarta

Sama seperti Commuter Line dan LRT, di stasiun ini juga terdapat mesin tiket otomatis. Kita bisa membeli tiket single trip disitu, selain menggunakan tiket single trip, kita juga bisa menggunakan uang elektronik seperti Flazz BCA, BNI TapCash, Mandiri e-money, Brizzi maupun kartu JakLingko, hanya saja untuk menggunakan uang elektronik pastikan saldo minimal anda adalah Rp 14,000, karena di bawah itu anda tidak akan diperkenankan masuk.

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya di postingan saat saya mencoba LRT Jakarta, saya lebih suka bentuk mesin tiket otomatis yang ada di MRT Jakarta, entah kenapa bentuknya lebih simpel dan sangat modern.

Setelah masuk gate, saya langsung naik ke lantai tiga, di lantai tersebut kereta MRT yang akan mengantarkan saya ke Bundaran HI berada. Berhubung kereta tersebut akan segera berangkat, saya langsung masuk dan tidak sempat berfoto di sekitaran stasiun.

Di dalam kereta MRT Jakarta sendiri terdapat tempat untuk kursi roda, dan tentunya dibanding LRT Jakarta, kereta ini lebih lega, ACnya terasa sangat dingin, dan yang paling penting adalah, kereta ini sangat tepat waktu.

Layar LCD yang terdapat di kereta ini lebih kecil dari LRT Jakarta, tapi buat saya informasi yang ditampilkan sudah lebih dari cukup, warnanya juga tidak terlalu mencolok, ini lebih baik daripada Moscow Metro yang tidak ada LCD-nya, hanya ada lampu indikator posisi stasiun.

Kurang dari 30 menit saya sudah berada di stasiun Bundaran HI, ini berarti dua kali lipat lebih cepat dari bus TransJakarta, karena saya sudah berada di tempat tujuan saya menyempatkan diri untuk foto-foto kondisi stasiun MRT Bundaran HI:

Overall, MRT Jakarta ini baru satu koridor saja, tapi saya sebagai warga Indonesia sudah sangat bangga bahwa kini Indonesia memiliki Mass Rapit Transit yang modern, semoga dengan adanya MRT Jakarta ini akan mengubah peradaban kita dalam hal transportasi umum, dan kita sebagai pengguna, wajib juga menjaga MRT ini agar selalu bersih.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.