Menyebarkan Budaya Membaca di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Hello World!

Pernah tidak kita menghitung berapa jumlah judul buku yang sudah dibaca dalam kurun waktu satu tahun? Sayang banget ya kalau tahun demi tahun sudah dilewati, tapi jumlah koleksi bacaan kita belum bertambah. Terbayang kanĀ jika dalam satu tahun sama sekali tidak membaca buku apapun? Ada istilah yang tidak pernah hilang termakan zaman dan masih dipercayai hingga saat ini yaitu “Buku adalah Jendela Dunia dan Membaca adalah Kuncinya”. Hanya dengan membaca kita sudah mengetahui isi dunia ini. Tapi bagi yang belum gemarĀ  membaca, bisa memulai dengan membaca hal yang disenangi. Misalnya saja membaca majalah, komik, novel, atau cerpen.

Budaya membaca di Indonesia ternyata masih dalam kategori rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Hal ini menimbulkan kecemasan bagi bangsa kita, karena jika bangsa kita kurang membaca, maka informasi yang diperoleh akan sedikit, sehingga kita akan terkalahkan oleh bangsa lain yang memiliki informasi lebih banyak. Membaca bukan lagi hal yang mahal. Saat ini, kita bisa mengunjungi berbagai perpustakaan yang ada di Indonesia yang telah disediakan oleh pemerintah. Salah satu perpustakaan terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). Perpustakaan ini terletak di Jalan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat. Lokasinya tidak jauh dari Monas dan bersebelahan dengan kantor Balai Kota.

Pertama kali datang ke perpustakaan ini, saya sangat bangga karena Indonesia memiliki tempat untuk membaca dengan jumlah koleksi buku sangat banyak dan beragam, bahkan saya pun tidak ingat berapa jumlahnya. Bangunannya yang terlihat mewah dan modern memberi kesan bahwa perpustakaan tidak lagi sebagai tempat yang membosankan, melainkan sebagai tempat wisata edukasi yang bisa mencerdaskan pula. Ini juga merupakan bentuk peduli pemerintah terhadap masa depan bangsanya karena telah menyediakan fasilitas tersebut.

Agar kita bisa memasuki seluruh ruangan perpustakaan, sebaiknya kita membuat kartu anggota PNRI terlebih dahulu. Pembuatan kartu tersebut berada di lantai dua. Untuk membuatnya tidak sulit. Hanya memerlukan E-KTP dan mendaftar melalui komputer yang sudah disediakan. Karena jumlah komputer di sini banyak, jadi untuk melakukan pendaftaran tidak harus menunggu antrean yang panjang. Setelah berhasil mendaftar, kita harus menunggu berdasarkan nomor antrean yang didapat.

Ketika nomor antrean dipanggil, kita harus segera datangi bagian loket untuk dibuatkan kartu anggotanya. Dengan menunjukkan E-KTP dan nomor antrean, kartu keanggotaan bisa langsung dibuat tanpa menghabiskan waktu berjam-jam. Kartu anggota PNRI digunakan untuk memasuki ruang baca tertentu yang memang memerlukan bukti bahwa kita adalah termasuk dari anggota PNRI yang sudah terdaftar.

Continue reading “Menyebarkan Budaya Membaca di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia”

Hits: 119