Rumah Boneka Beruang

Hello World!

Rumah boneka beruang, atau dalam bahasa rusia disebuut Мишкин дом. Lokasi rumah ini berada di kota Kazan, Rusia. Penasaran dengan isinya? saya juga ;D

Sebelum kita masuk ke dalam rumah boneka beruang ini, kita bakal disambut dengan beruang lucu yang setia duduk menunggu kedatangan kita.

Pintu masuk rumah boneka beruang

Di dalam rumah ini, kita bisa menemukan ratusan koleksi boneka beruang dengan berbagai bentuk yang unik dan menggemaskan. Bagi para pecinta boneka beruang, wajib banget untuk mengunjungi tempat ini.

Continue reading “Rumah Boneka Beruang”

Makanan Halal di Penza, Rusia

Hello World!

Apa sih yang bikin kita kangen Indonesia, kalau kita sedang berada jauh dari negara tercinta? ya! Salah satunya pasti makanan. Apalagi kalau kita sedang tinggal di negara yang jauhnya ribuan mil dari Indonesia. Bukan hanya bahasa, postur tubuh, dan budayanya saja yang berbeda dengan kita, tapi selera masakan dan cita rasa kulinernya pun bisa saja tidak sama.

Minggu pertama saya tinggal di Rusia, nafsu makan saya turun drastis. Awalnya, makanan yang cocok dengan lidah saya hanya fast food saja. Tapi, lama-kelamaan, saya juga bosan dengan makanan yang terus-menerus sama. Kabar baiknya, ternyata di Rusia, kita bisa menemukan cafe halal atau biasanya cafe ini sering dinamai Чайхана (red: Caykhana). Di cafe ini lazimnya dijual makanan khas Tatarstan, Uzbekistan, atau Turkmenistan. Soal rasa, gak diragukan lagi. Paling tidak, makanan di sini bisa sedikit mengobati rasa kangen kita terhadap masakan nusantara.

Lagman, Plov, dan Samsa, mereka semua adalah menu favorit saya. Rasanya yang bersahabat dengan lidah, membuat saya ketagihan dengan makanan ini.

Apa sih Lagman itu?

Lagman

Makanan ini sejenis sup dengan kuah yang kental. Perpaduan antara potongan daging sapi, spaghetty, dan sayuran menghasilkan rasa yang unik dan tentunya cocok dengan lidah saya.

Continue reading “Makanan Halal di Penza, Rusia”

Istanbulkart dan Museum Pass

Hello world!

Setelah sampai di Ataturk airport Istanbul, saya bingung gimana caranya supaya saya sampai di hostel tempat saya menginap. Untungnya saya gak sendiri, teman saya yang siap tanggap itu langsung menemukan stasiun metro. Oia, menurut pengalaman saya sih, dimana pun kita berada, kalau udah nemuin transportasi yang namanya metro, pasti bakal membantu banget deh. Selain harganya lebih murah, metro juga salah satu transportasi yang lebih cepat dan tepat waktu. Tapi, untuk sampai ke tempat tujuan, saya harus transit di stasiun metro tertentu dan beralih ke tram. Eh, tapi di Istanbul tramnya bagus juga loh. Kalau kita naik tram di jam-jam sibuk, wah penumpangnya bakal penuh banget.
Sayangnya, di Istanbul sistem pembayaran transportasi umumnya ga semudah di Moskow. Kalau kita transit, kita harus bayar lagi. Tapi, jangan khawatir, di sini ada yang namanya Istanbulkart yang bakal meringankan biaya transportasi kita selama di Istanbul. Untuk pembelian kartu Istanbulkart, kita harus mengeluarkan uang sebesar 6TL. Tapi itu hanya kartunya saja, untuk menggunakannya kita perlu mengisi ulang lagi, dan mesin pengisian ulangnya gak nerima koin. Oia, kalau kalian mau menghemat biaya masuk museum juga kalian bisa beli museum pass seharga 85TL.
Istanbulkart dan Museum Pass

Untuk mendapatkan Museum Pass juga mudah. Kita bisa membelinya langsung di loket pembelian tiket museum di Hagia Sophia atau memesannya secara online, kemudian bisa dikirim langsung ke tempat di mana kita menginap. Gampang kan 😉

Museum Pass ini berlaku hanya di 12 museum:

Hagia Sophia Museum
Topkapı Palace
Hagia Irene
Istanbul Archaeological Museums
Museum of  Turkish and Islamic Arts
Istanbul Mosaic Museum
Museum for the History of Science and Technology in Islam
Chora Museum
Fethiye Museum
Galata Mevlevi House
Rumeli Hisar Museum
Yildiz Palace

Menurut saya, museum yang paling top ya sesuai dengan namanya, ya Topkapi Palace hehehe… Kekurangannya dari Museum Pass yaitu kita gak bisa menggunakannya di Basilica Cistern Museum. Terpaksa saya harus mengeluarkan uang tambahan sebesar 20TL untuk masuk ke dalam Basilica Cistern. Tapi gak nyesel kok bisa masuk ke sana, kita bisa dateng langsung ke tempat pembuatan filmnya James Bond “From Russia with Love” dan “Inferno”.

From Moscow to Istanbul

Hello World!

Bulan Desember lalu, saya dan teman saya memutuskan untuk terbang ke Istanbul, Turki. Ini adalah perjalanan pertama kalinya bagi saya keluar dari Rusia melalui Syeremetyevo airport. Karena setiap kali saya berlibur ke Indonesia, pesawat yang saya tumpangi selalu terbang dari Domodedovo airport. Perjalanan kami gak semulus yang kami rencanakan. Kenapa begitu? Mungkin kami seperti dua manusia yang dicurigai. Mengapa kami dicurigai? Pertama, tujuan negara kami adalah Turki, dimana hubungan antara Turki dan Rusia sedang tidak harmonis. Kedua, penerbangan kami tidak langsung ke Istanbul, tapi kami transit terlebih dahulu di Amsterdam, dan mereka menanyakan transit visa kami (itu yang membuat kami merasa kesal, karena sudah jelas bahwa WNI tidak membutuhkan transit visa di Amsterdam). Dan yang terakhir adalah kami merupakan pelajar. Akhirnya kami bisa mengatasi dan melewati semuanya. Lalu, kami diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.

Musim dingin memang bukan waktu yang tepat untuk bepergian, karena cuaca yang buruk dan salju yang tebal bisa menghambat penerbangan kapanpun. Setelah menunggu sekitar lebih dari 30 menit, barulah pesawat yang saya tumpangi bisa bebas mengudara melawan kencangnya badai salju. 3 jam kemudian, kami sampai di Schipol airport Amsterdam. Sambil menunggu penerbangan berikutnya, saya coba untuk mengelilingi airport. Saya rasa orang Belanda lebih ramah dari pada orang Rusia, meskipun Belanda telah menjajah kita selama ratusan tahun, tapi mereka tetap menghormati orang Indonesia. Karena keramahan orang Belanda, rasanya saya gak mau untuk lanjutin penerbangan berikutnya.

Iseng-iseng saya coba untuk ambil gambar di Schipol, Amsterdam. hihi…

 

Lokasi: Schipol, Amsterdam.

Setelah menunggu belasan jam sambil ditemani polisi-polisi ganteng Belanda, akhirnya penerbangan berikutnya telah tiba. Lagi-lagi ada aja kendala sebelum penerbangan. Nama kami berdua ada di layar informasi dan diminta untuk datang ke bagian informasi. Kami sedikit panik mengingat kejiadian di Moskow yang seolah-olah tidak mengizinkan kami untuk pergi ke Turki. Ternyata setelah kita mendatangi bagian informasi, huh! untunglah, mereka hanya meminta kami untuk menukar posisi kursi di dalam pesawat 😀

Penerbangan kami dari Amsterdam menuju Istanbul hanya memakan waktu 3jam. Setelah kami sampai di Istanbul, kami agak sedik mengalami kebingungan masalah waktu, sehingga kami harus memutar kembali jarum jam agar disesuaikan dengan waktu setempat. Tapi kami sedikit lega, karena waktu di Istanbul sama dengan di Moskow.

Perjalanan kami untuk mengeksplor Istanbul dimulai dari sekarang 🙂