Aktivitas Masyarakat Rusia di Musim Semi

Hello World!

Sungai-sungai yang membeku sudah mencair, burung-burung yang bersembunyi mulai berkicau, dan pohon-pohon yang kering kembali menghijau. Siang hari mulai terasa panjang, sedangkan malam hari lebih pendek karena kehadiran matahari lebih mendominasi dari pada bulan. Begitulah gambaran musim semi.

Di Rusia, musim semi tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena kondisi cuaca yang tidak stabil. Misalnya saja, cuaca hari ini sangat cerah, bisa jadi keesokan harinya cuaca kembali dingin. Ketika matahari sangat terik, saya langsung memutuskan pergi ke taman umum yang biasa didatangi oleh warga lokal. Begitu tiba di tempat tujuan, saya kaget karena melihat orang-orang sudah berbikini sambil berbaring di atas pasir pantai buatan yang hanya beralaskan handuk.

ardeliafris.com

Continue reading “Aktivitas Masyarakat Rusia di Musim Semi”

Hermitage, Museum Raksasa di St. Petersburg, Rusia

Hello World!

Bagian luar Museum Hermitage

St. Petersburg adalah kota terbesar kedua di Rusia setelah Moskow. Jika kita sedang berada di kota ini, sebaiknya kita meluangkan waktu untuk mengunjungi museum Hermitage yang sangat terkenal dan juga merupakan salah satu museum terbesar di dunia. Berada di dalamnya seakan membuat kita terhipnotis oleh kemegahan dan keindahan bangunannya. Karena terlalu luasnya bangunan ini, waktu sehari penuh yang kita habiskan pun tidak cukup untuk mengeksplor seluruh bagian dari museum ini.

Continue reading “Hermitage, Museum Raksasa di St. Petersburg, Rusia”

Tiga Masjid Terbesar di Tiga Kota Rusia

Hello World!

Siapa bilang di negara yang mayoritas penduduknya beragama kristen ortodoks sulit menemukan masjid. Mungkin hal tersebut terjadi ketika negara Rusia masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Tapi, lain halnya dengan saat ini. Di kota-kota besar seperti Moskow, St. Petersburg, dan Kazan terdapat bangunan masjid bergaya Eropa Timur.

Untuk masuk ke dalam masjid, kita tidak bisa masuk seenaknya seperti di Indonesia. Kita diharuskan berpakaian sopan dan menggunakan penutup kepala (bagi wanita). Sebelum memasuki area masjid, kita juga harus melewati pintu metal detektor agar keamanan terjamin.

Masjid Katedral Moskow

Masjid Katedral Moskow

Mesjid Katedral Moskow atau dalam bahasa Rusia disebut Moskovskaya Sobornaya Mechet berada di kota Moskow. Masjid ini diresmikan pada September 2015 oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Masjid ini terdiri dari empat lantai, di lantai pertama tempat untuk berwudhu, tempat penyimpanan sepatu dan jaket, dan mimbar masjid. Lantai dua merupakan tempat shalat wanita. Lantai tiga sebagai museum islam, dan lantai empat digunakan sebagai tempat shalat laki-laki. Masjid ini juga dilengkapi dengan lift sehingga pengunjung tidak merasa lelah ketika harus menuju lantai teratas.

Continue reading “Tiga Masjid Terbesar di Tiga Kota Rusia”

Basilica Cistern, Lokasi pembuatan film James Bond dan Inferno di Instanbul

Hello World!

Rasanya hampir setiap orang pasti pernah mendengar tokoh James Bond sang detektif  yang sangat populer hingga saat ini. Tapi, saya gak akan bahas mengenai film-filmnya ataupun para aktornya, melainkan tentang lokasi pembuatan film yang berjudul From Russia With Love. Salah satu tempatnya adalah Basilica Cistern yang berada di Istanbul, Turki. Selain film tersebut, lokasi ini juga pernah digunakan sebagai tempat syuting film Inferno yang dibintangi oleh aktor ternama Tom Hanks. Setelah menonton film Inferno, saya semakin penasaran dengan tempat yang menurut saya misterius dan berhasil memanjakan mata para penonton di kursi bioskop.

Ketika saya memiliki kesempatan mengunjungi Istanbul, tentu saja tempat yang wajib didatangi adalah Basilica Cistern. Saya pun ingin merasakan berada di tempat yang pernah dijadikan lokasi pembuatan kedua film tersebut. Tapi, untuk memasukinya tidak geratis loh. Harga satu tiket untuk orang asing sebesar 20TL, sedangkan untuk warga lokalnya sendiri hanya 10TL.

Ada beberapa foto yang berhasil saya abadikan selama berada di dalam sana.

Basilica Cistern

Karena suasana di dalam minim cahaya, maka pengambilan gambarnya pun sulit. Di dalam Museum ini, para pengunjung juga banyak yang penasran dengan dua patung kepala medusa, termasuk saya 😀

Patung medusa di Basilica Cistern

Sebenarnya, patung tersebut adalah pilar bangunan yang bagian bawahnya berbentuk kepala medusa. Jika dilihat dari gambarnya, kepala tersebut seolah-olah sebagai penopang bangunan. Tempat ini menyerupai kolam raksasa yang terdiri dari pilar-pilar dan digenangi oleh air. Cahaya lampu berwarna oranye muncul dari permukaan air sehingga mempercantik tempat tersebut. Kita bisa berjalan mengelilingi setiap sudutnya melalui jembatan kayu yang telah disediakan.

Continue reading “Basilica Cistern, Lokasi pembuatan film James Bond dan Inferno di Instanbul”

Rumah Boneka Beruang

Hello World!

Rumah boneka beruang, atau dalam bahasa rusia disebuut Мишкин дом. Lokasi rumah ini berada di kota Kazan, Rusia. Penasaran dengan isinya? saya juga ;D

Sebelum kita masuk ke dalam rumah boneka beruang ini, kita bakal disambut dengan beruang lucu yang setia duduk menunggu kedatangan kita.

Pintu masuk rumah boneka beruang

Di dalam rumah ini, kita bisa menemukan ratusan koleksi boneka beruang dengan berbagai bentuk yang unik dan menggemaskan. Bagi para pecinta boneka beruang, wajib banget untuk mengunjungi tempat ini.

Continue reading “Rumah Boneka Beruang”

Istanbulkart dan Museum Pass

Hello world!

Setelah sampai di Ataturk airport Istanbul, saya bingung gimana caranya supaya saya sampai di hostel tempat saya menginap. Untungnya saya gak sendiri, teman saya yang siap tanggap itu langsung menemukan stasiun metro. Oia, menurut pengalaman saya sih, dimana pun kita berada, kalau udah nemuin transportasi yang namanya metro, pasti bakal membantu banget deh. Selain harganya lebih murah, metro juga salah satu transportasi yang lebih cepat dan tepat waktu. Tapi, untuk sampai ke tempat tujuan, saya harus transit di stasiun metro tertentu dan beralih ke tram. Eh, tapi di Istanbul tramnya bagus juga loh. Kalau kita naik tram di jam-jam sibuk, wah penumpangnya bakal penuh banget.
Sayangnya, di Istanbul sistem pembayaran transportasi umumnya ga semudah di Moskow. Kalau kita transit, kita harus bayar lagi. Tapi, jangan khawatir, di sini ada yang namanya Istanbulkart yang bakal meringankan biaya transportasi kita selama di Istanbul. Untuk pembelian kartu Istanbulkart, kita harus mengeluarkan uang sebesar 6TL. Tapi itu hanya kartunya saja, untuk menggunakannya kita perlu mengisi ulang lagi, dan mesin pengisian ulangnya gak nerima koin. Oia, kalau kalian mau menghemat biaya masuk museum juga kalian bisa beli museum pass seharga 85TL.
Istanbulkart dan Museum Pass

Untuk mendapatkan Museum Pass juga mudah. Kita bisa membelinya langsung di loket pembelian tiket museum di Hagia Sophia atau memesannya secara online, kemudian bisa dikirim langsung ke tempat di mana kita menginap. Gampang kan 😉

Museum Pass ini berlaku hanya di 12 museum:

Hagia Sophia Museum
Topkapı Palace
Hagia Irene
Istanbul Archaeological Museums
Museum of  Turkish and Islamic Arts
Istanbul Mosaic Museum
Museum for the History of Science and Technology in Islam
Chora Museum
Fethiye Museum
Galata Mevlevi House
Rumeli Hisar Museum
Yildiz Palace

Menurut saya, museum yang paling top ya sesuai dengan namanya, ya Topkapi Palace hehehe… Kekurangannya dari Museum Pass yaitu kita gak bisa menggunakannya di Basilica Cistern Museum. Terpaksa saya harus mengeluarkan uang tambahan sebesar 20TL untuk masuk ke dalam Basilica Cistern. Tapi gak nyesel kok bisa masuk ke sana, kita bisa dateng langsung ke tempat pembuatan filmnya James Bond “From Russia with Love” dan “Inferno”.

From Moscow to Istanbul

Hello World!

Bulan Desember lalu, saya dan teman saya memutuskan untuk terbang ke Istanbul, Turki. Ini adalah perjalanan pertama kalinya bagi saya keluar dari Rusia melalui Syeremetyevo airport. Karena setiap kali saya berlibur ke Indonesia, pesawat yang saya tumpangi selalu terbang dari Domodedovo airport. Perjalanan kami gak semulus yang kami rencanakan. Kenapa begitu? Mungkin kami seperti dua manusia yang dicurigai. Mengapa kami dicurigai? Pertama, tujuan negara kami adalah Turki, dimana hubungan antara Turki dan Rusia sedang tidak harmonis. Kedua, penerbangan kami tidak langsung ke Istanbul, tapi kami transit terlebih dahulu di Amsterdam, dan mereka menanyakan transit visa kami (itu yang membuat kami merasa kesal, karena sudah jelas bahwa WNI tidak membutuhkan transit visa di Amsterdam). Dan yang terakhir adalah kami merupakan pelajar. Akhirnya kami bisa mengatasi dan melewati semuanya. Lalu, kami diperbolehkan masuk ke dalam pesawat.

Musim dingin memang bukan waktu yang tepat untuk bepergian, karena cuaca yang buruk dan salju yang tebal bisa menghambat penerbangan kapanpun. Setelah menunggu sekitar lebih dari 30 menit, barulah pesawat yang saya tumpangi bisa bebas mengudara melawan kencangnya badai salju. 3 jam kemudian, kami sampai di Schipol airport Amsterdam. Sambil menunggu penerbangan berikutnya, saya coba untuk mengelilingi airport. Saya rasa orang Belanda lebih ramah dari pada orang Rusia, meskipun Belanda telah menjajah kita selama ratusan tahun, tapi mereka tetap menghormati orang Indonesia. Karena keramahan orang Belanda, rasanya saya gak mau untuk lanjutin penerbangan berikutnya.

Iseng-iseng saya coba untuk ambil gambar di Schipol, Amsterdam. hihi…

 

Lokasi: Schipol, Amsterdam.

Setelah menunggu belasan jam sambil ditemani polisi-polisi ganteng Belanda, akhirnya penerbangan berikutnya telah tiba. Lagi-lagi ada aja kendala sebelum penerbangan. Nama kami berdua ada di layar informasi dan diminta untuk datang ke bagian informasi. Kami sedikit panik mengingat kejiadian di Moskow yang seolah-olah tidak mengizinkan kami untuk pergi ke Turki. Ternyata setelah kita mendatangi bagian informasi, huh! untunglah, mereka hanya meminta kami untuk menukar posisi kursi di dalam pesawat 😀

Penerbangan kami dari Amsterdam menuju Istanbul hanya memakan waktu 3jam. Setelah kami sampai di Istanbul, kami agak sedik mengalami kebingungan masalah waktu, sehingga kami harus memutar kembali jarum jam agar disesuaikan dengan waktu setempat. Tapi kami sedikit lega, karena waktu di Istanbul sama dengan di Moskow.

Perjalanan kami untuk mengeksplor Istanbul dimulai dari sekarang 🙂